PERSINAS ASAD Jawa Tengah Perkuat Fondasi Organisasi Melalui Diklat Kesekretariatan Dan Jurnalistik
BOYOLALI, 31/05/2026 — Ratusan pengurus kota dan kabupaten se-Jawa Tengah mengikuti pembekalan intensif selama dua hari di Kabupaten Boyolali guna menajamkan kompetensi administrasi, publikasi, dan kehumasan organisasi pencak silat.
Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kesekretariatan dan Jurnalistik Keolahragaan Se-Jawa Tengah selama dua hari, Sabtu hingga Minggu, 30–31 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gedung Pondok Pesantren Nur Huda 1, Kabupaten Boyolali, itu menjadi bagian dari upaya serius organisasi dalam memperkuat tata kelola internal sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengurusnya.
Diklat ini tidak sekadar ajang seremonial. Ia dirancang sebagai ruang belajar intensif bagi para pengurus kunci di masing-masing daerah — yakni Sekretaris, Wakil Sekretaris Bidang Prestasi, serta Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) — dari seluruh Pengurus Kota (Pengkot) dan Pengurus Kabupaten (Pengkab) PERSINAS ASAD di Jawa Tengah. Kehadiran ketiga unsur pengurus tersebut secara bersamaan dinilai strategis agar keselarasan antara fungsi administrasi, pembinaan prestasi, dan komunikasi publik dapat terwujud secara sinergis hingga ke tingkat akar rumput.
Empat narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing dihadirkan untuk memastikan kualitas materi pembekalan. Weda Hendragiri — Tim LINES Jateng sekaligus sebagai Sekum PB PERSINAS ASAD — membuka sesi dengan materi jurnalistik dasar serta pengantar teknik fotografi dan videografi — bekal awal yang krusial bagi pengurus agar mampu mendokumentasikan dan meliput kegiatan organisasi secara layak. Sesi berikutnya diampu oleh Aan, yang memandu para peserta langsung turun ke lapangan untuk mempraktikkan teknik pengambilan gambar dan video secara nyata.
Tak kalah penting, Andi Sunyoto — Sekretaris Bidang Organisasi Pengprov PERSINAS ASAD — membedah secara rinci seluk-beluk tata kelola kesekretariatan, mulai dari standar penulisan surat resmi organisasi hingga mekanisme pengarsipan dokumen yang tertib dan akuntabel. Sesi diklat ditutup oleh Rizal Putra, yang membawa peserta menyelami strategi kehumasan serta teknik penulisan jurnalistik tingkat lanjut — sebuah bekal penting agar setiap pengkab/pengkot mampu menyuarakan capaian dan programnya kepada publik secara efektif dan profesional.
"Ketika pengurus daerah mampu mengelola administrasi dengan tertib sekaligus mengkomunikasikan program serta prestasi secara elegan kepada publik, kepercayaan masyarakat terhadap PERSINAS ASAD akan tumbuh dengan sendirinya," Panitia Penyelenggara, Diklat PERSINAS ASAD Jateng 2026
Muara dari seluruh rangkaian diklat ini adalah peningkatan kapasitas nyata bagi para personalia pengurus di setiap Pengkab/Pengkot. Dengan modal ilmu yang telah diterima — mulai dari tata administrasi yang rapi, kemampuan mendokumentasikan kegiatan secara visual, hingga kecakapan berkomunikasi dengan media dan publik — para peserta diharapkan segera mengimplementasikan hasil diklat di wilayah masing-masing.
Keberhasilan diklat semacam ini tidak diukur dari riuhnya suasana selama dua hari. Melainkan dari sejauh mana pengurus daerah, usai kembali ke meja kerjanya, benar-benar mengubah cara mereka mengelola dan mempresentasikan organisasi. PERSINAS ASAD Jawa Tengah tampaknya telah memilih jalan yang tepat: membangun organisasi yang tidak hanya berprestasi di gelanggang, tetapi juga berkomunikasi dengan baik di luar arena.
-ghz
Komentar
Posting Komentar